Jumat, 29 November 2019

Gejala Penyakit Usus Buntu sebagai Langkah Awal Mendeteksi Apendisitis

Peradangan apendiks atau yang disebut dengan istilah apendisitis adalah gangguan kesehatan berupa peradangan di bagian apendiks. Dilansir dari kemenkes.go.id, apendisitis ini adalah organ yang berbentuk tabung. Radang bagian usus yang buntu ini bisa dialami semua usia, tetapi paling sering adalah pada rentang usia 10 sampai 30 tahun. Apendisitis ini menyebabkan timbulnya rasa sakit di perut bagian kanan bawah disertai dengan gejala penyakit usus buntu lain yang menyertainya.

Gejala Usus Buntu

Gejala Usus Buntu

Setiap kondisi gangguan kesehatan pasti mempunyai gejala yang dirasakan penderitanya. Gejala utama dari apendisitis adalah timbulnya rasa nyeri pada perut bagian kanan bawah. Rasa nyeri ini  berawal dari pusar, kemudian bergerak ke bagian perut kanan bawah. Meski demikian, posisi nyeri bisa berbeda-beda tergantung pada usia serta posisi apendiks itu sendiri.

Dalam waktu beberapa jam, gejala penyakit usus buntu berupa nyeri yang dirasakan tersebut bisa bertambah parah, terutama jika digunakan untuk bergerak, menarik napas dalam, batuk, ataupun bersin. Rasa nyeri tersebut juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat penderita sedang terlelap. Jika apendisitis ini terjadi pada ibu hamil, rasa nyerinya bisa muncul di perut bagian kanan atas, karena posisi apendiks  akan menjadi lebih tinggi saat hamil.

Selain gejala utama tersebut, terdapat gejala lain yang menyertainya. Rasa mual dan muntah adalah gangguan pada saluran pencernaan yang muncul sebagai gejala penyakit usus buntu yang disebabkan oleh adanya peradangan di apendiks. Terjadi pula penurunan nafsu makan yang disebabkan oleh peradangan tersebut. Gejala ini terjadi karena terdapat gangguan pada sistem saraf juga akibat apendisitis.

Gejala Usus Buntu

Gangguan pencernaan yang menjadi gejala dari peradangan apendiks adalah mengalami diare atau sembelit. Sulit buang angin atau kentut juga menjadi salah satu gejalanya. Demam dengan suhu berkisar 37 sampai 38 derajat Celcius juga menjadi pemicu penyakit apendisitis. Sering buang air kecil juga dapat menjadi gejalanya karena ada infeksi kandung kemih yang tertular infeksi dari apendiks.

Komplikasi pada Penderita Usus Buntu
Timbulnya gejala penyakit usus buntu berupa nyeri di perut bagian kanan bawah tersebut dapat menyebabkan komplikasi. Apa sajakah komplikasi yang bisa dialami penderita apendisitis? Komplikasi yang pertama bisa terjadi adalah terbentuknya abses atau kantong yang berisi nanah. Hal ini merupakan sebuah reaksi alami dari tubuh atas adanya infeksi pada apendiks.

Kondisi komplikasi apendisitis adalah peritonitis yaitu berupa infeksi di lapisan dalam perut atau peritoneum. Peritonitis ini terjadi ketika usus buntu pecah dan infeksinya menyebar sampai ke seluruh rongga perut. Penanganan kasus yang parah ini dapat dilakukan dengan pemberian obat antibiotik dengan tindakan bedah terbuka secepatnya. Tujuannya adalah untuk mengangkat usus buntu serta membersihkan rongga perut. Peritonitis ini ditandai dengan timbulnya rasa nyeri di seluruh perut yang hebat dan terus menerus, demam, dan percepatan detak jantung.

Proses Diagnosis pada Penderita Apendisitis

Proses Diagnosis pada Penderita Apendisitis

Gejala penyakit usus buntu di atas dapat menjadi dasar dalam pemeriksaan diagnosis. Dalam pemeriksaannya, Anda dapat memaparkan gejala yang dialami setelah terlebih dahulu Anda mengenali gejalanya. Dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala, riwayat penyakit dari keluarga, dan makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi. Setelah itu, dilakukanlah pemeriksaan fisik pasien.

Dilansir alodokter.com, serangkaian tes yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit apendisitis adalah tes darah, tes urin, USG atau CT scan, pemeriksaan panggul, tes kehamilan, dan foto rontgen dada. Tes darah yang dilakukan ini memeriksa jumlah sel darah putih yang nantinya menandakan adanya infeksi. Tes urin digunakan untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain. USG atau CT scan digunakan untuk memastikan bahwa rasa nyeri di perut disebabkan penyakit apendisitis.

Pemeriksaan panggul diperlukan untuk memastikan bahwa rasa nyeri yang dirasakan bukan merupakan masalah reproduksi ataupun infeksi panggul lainnya. Tes kehamilan juga memastikan bahwa nyeri yang dialami bukan disebabkan kehamilan ektopik atau di luar rahim. Foto rontgen dada juga diperlukan untuk memastikan bahwa nyeri yang dialami bukan karena mengalami pneumonia sebelah kanan yang gejalanya memang mirip gejala penyakit usus buntu.

Sumber Artikel:
www.alodokter.com
www.honestdocs.id

Sumber Gambar:
www.honestdocs.id
www.halodoc.com
hellosehat.com